Minggu, 09 Juni 2019

MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS


Bismillah…
Produktivitas bukan sekedar diukur dengan uang. Produktivitas adalah semua hal yang dapat menghasilkan ‘produk’. Allah memberikan kesempatan kita hidup di dunia ini dengan misi yang mulai. Tujuan akhir dari perjalanan hidup ini adalah SURGA. Berbagai jalan dapat kita telusuri untuk mencapai surgaNya. Lakukan apa yang kamu bisa dan apa yang kamu suka. Salah satu hal yang saya bisa dan suka adalah belajar berbagi dan bermain edukatif bersama anak-anak. Dunia anak-anak bagi saya layaknya dunia refreshing.

BE, DO, HAVE

BE. Mental seperti apa yang harus kita miliki untuk menjadi seorang pengajar dan pendamping anak-anak?

Semua aktivitas yang kita lakukan perlu dirancang dan dan dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, agar ‘produk’ yang dihasilkan pun menjadi maksimal. Untuk menjadi seorang pengajar dan pendamping anak-anak sangat diperlukan kemampuan teknik interaksi dengan anak-anak, mengenal dunia mereka, kemampuan berpikir kreatif, kemampuan mengenali situasi, dan kemampuan menjadi  qudwah atau teladan yang baik. Sejatinya bila sedang bersama anak-anak maka diri kita lah saat itu menjadi sebuah cermin yang akan memberikan bayangan dari diri mereka.

DO. Apa yang harus kita lakukan untuk menjadi seorang pengajar dan pendamping anak-anak?

Impian tanpa usaha akan tetap menjadi impian. Untuk menjadi seorang pengajar dan pendamping anak-anak yang harus kita siapkan dan kita lakukan adalah memperkaya ilmu khususnya ilmu apa yang akan ditanamkan pada mereka dan berlatih belajar dan bermain bersama mereka. Ilmu Allah yang harus kita cari untuk ditanamkan pada mereka sungguh sangatlah luas. Ilmu yang paling pertama dan yang paling utama adalah ilmu tauhid. Keimanan dam keyakinan pada ke Esa an Allah menjadi pokok landasannya. Karena apapun yang kita lakukan berlandaskan pada keimanan kita pada Allah subhanahu wata’ala. Oleh karena itu, perkaya diri kita untuk terus belajar dan menggali ilmu tentang keimanan dan ketakwaan kita pada Allah. Ilmu yang kita pelajari termasuk ilmu kauliyah dan ilmu kauniyah. Alam semesta ini adalah ayat-ayat kauniyah dari Allah yang diperintahkan olehNya untuk kita baca.

Selain dari segi ilmu apa yang akan disampaikan, ilmu bagaimana cara meyampaikan pun perlu kita pelajari. Bagaimana berinteraksi dengan anak-anak, bagaimana menciptakan sebuah kondisi yang nyaman bagi mereka, dan bagaimana bisa menjadi teladan bagi mereka. Semua ini jika kita hanya kaya dengan teori tanpa praktik maka tidaklah menghasilkan produk yang maksimal. Alhamdulillah selama ini saya diberikan kesempatan untuk belajar dan menerapkan apa yang sudah dipelajari terkait bersama anak-anak ini. Allah memberikan kesempatan saya bergabung dengan Rumah Harapan (2 tahun), Kongkrit Mengajar, Fun Edukatif, Kebumen Mengajar, dan berbagai kegiatan bersama anak-anak.

HAVE. Apa yang akan kita lakukan apabila sudah memiliki apa yang kita harapkan?

Sebuah ilmu yang tidak diamalkan maka bagai pohon tidak berbuah. Sebuah ilmu yang tidak digunakan lama-lama akan terlupakan. Namun sebaliknya, ilmu yang terus kita gunakan bagaikan mata pisau yang terus diasah yang lama-lama akan menjadi tajam. Dan lebih dari itu, ilmu yang diamalkan akan memberikan pahala yang terus mengalir. Barangsiapa mengajak kepada kebaikan pada orang lain, dan orang tersebut melakukannya maka baginya pahala seperti apa yang mereka kerjakan tanpa mengurangi pahala orang yang mengerjakannya. Masyaa Allah. Jadi apabila kita sudah mempunyai harapan atau impian dan didukung dengan ilmunya, maka tugas kita adalah AMALKAN.

Sebuah impian bagi saya adalah memiliki sebuah pondok atau yayasan untuk anak-anak kurang mampu. Untuk mencapai produktivitas yang maksimal maka perlu dilakukan perancangan berdasarkan dimensi waktu.

Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita? (Lifetime purpose)

Dalam kurun waktu kehidupan saya ingin menjadi orang yang bermanfaat untuk lingkungan saya. Tujuan akhir kita adalah SYURGA. Apabila terkait dengan aspek ini saya ingin memiliki sebuah pondok atau yayasan untuk anak-anak kurang mampu. Saya ingin sekali mereka anak-anak lingkungan dimana nantinya saya tinggal menjadi anak-anak yang sholih dan sholihah.

Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun? (Strategic Plan)

Target dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun yang akan datang adalah mulai mengenal masyarakat dimana saya tinggal, menjadikan rumah dimana saya tinggal menjadi tempat anak-anak belajar dan bermain, terus menambah ilmu bagaimana untuk mendirikan sebuah pondok atau yayasan. Kemudian di tahun ke 10 semoga sudah berdiri sebuah yayasan untuk anak-anak kurang mampu. Semoga yang menjadi suami saya nantinya bisa mendukungnya (. Jika saat ini saya umur 25 tahun maka 10 tahun yang akan datang in syaa Allah umur 35 tahun.

Apa yang ingi kita capai dalam kurun waktu satu tahun? (new year resolution)

Dalam kurun waktu satu tahun ini saya terus belajar memperkaya ilmu tentang pendidikan anak-anak, permasalahan sosial, dan belajar bagaimana membangun sebuah yayasan. Dan semoga Allah pertemukan dengan orang terbaik yang mendukungnya #ups

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengorbanan untuk sebuah Ketaatan

Ada iman yang sangat kuat di dalam hati sebuah keluarga. Iman yang menghujam dalam dan mengakar. Tak akan goyah oleh apapun. •Istri y...